Siklus Produksi

Proses Slow Craft Pewarnaan Alami

Setiap kain dan produk kriya Kusuma melewati siklus pembuatan lambat yang menghargai alam, waktu, dan ketelitian tangan.

1

Collect (Mengumpulkan Limbah Dapur)

Kami mengumpulkan limbah organik dapur seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, sisa buah-buahan, ampas kopi, rempah-rempah, dan dedaunan kering dari konsumsi domestik sehari-hari maupun pasar lokal.

2

Extract (Ekstraksi Pigmen Warna)

Limbah yang terkumpul direbus perlahan untuk melepaskan pigmen warna botani alaminya. Proses ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk mendapatkan kepekatan warna yang stabil tanpa bahan kimia sintetis berbahaya.

3

Dye (Pencelupan Serat Alami)

Kain serat alami (linen, sutra, katun) dicelup secara manual ke dalam bak pewarna. Pencelupan dilakukan berulang kali (bisa mencapai 10-15 kali pencelupan) untuk menghasilkan kedalaman warna yang optimal dan merata secara natural.

4

Dry (Pengeringan Alami)

Kain dikeringkan perlahan di tempat teduh dengan sirkulasi udara alami dan sinar matahari langsung yang terkontrol. Pengeringan alami menjaga kelembutan serat kain dan mengunci pigmen warna botani di dalam serat.

5

Craft (Menjahit & Merakit Objek)

Kain yang telah selesai diwarnai kemudian dipotong dan dijahit secara presisi menjadi produk kriya siap pakai, seperti wearable scarf, accessories, home living objects, dan art pieces fungsional lainnya.

6

Use (Pemakaian & Perawatan Lestari)

Pengguna diajak merawat produk kriya pewarna alami ini menggunakan detergen lerak alami, menghindari pemutih, dan tidak menjemur langsung di bawah terik matahari terpanas untuk menjaga kilau warna alami tetap awet.